Minggu, 06 Februari 2011

Jaringan Ganja Diobrak-Abrik

Kamis, 27 Januari 2011 15:14
MALANG– Enam pengguna dan pemakai ganja, diamankan anggota reskoba Polres Malang Kota. Para tersangka yakni Heru Setiawan, 54 tahun, warga Jalan Lesti Batu, Hari Mulyono, 51 tahun, warga Jalan Diponegoro Batu, Ronny Tri Siswanto, 25 tahun, warga Jalan Diran Batu,  Achnad, 35 tahun, warga Jalan KH Agus Salim Batu, Arif Kurniawan, 30 tahun, warga Jalan Wukir Batu serta Sigit Purnomo, 30 tahun, warga Jalan Perak, Malang.
Dari tangan keenam tersangka tersebut, petugas mengamankan barang bukti tiga bungkus kecil ganja, tujuh batang rokok ganja, dan uang Rp 325.000. “Barang bukti uang, kami amankan dari tersangka Hari Mulyono.  Uang tersebut merupakan hasil penjualan ganja,” papar Kasatreskoba Polres Malang Kota, AKP Sunardi Riyono kemarin.
Dijelaskan dia, kali pertama yang berhasil ditangkap petugas adalah Sigit Purnomo, Rabu (26/1) malam lalu di perempatan Jalan Kawi. Saat itu petugas yang melakukan penyelidikan kasus narkoba, melihat Sigit yang sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) mengendarai motor melintas di jalan tersebut. Tak pelak, petugas langsung menghentikan laju motor Sigit dan melakukan penggeledahan. “Dia merupakan residivis kasus narkoba, dan kami juga mendapat informasi jika tersangka ini masih sering menggunakan narkoba. Sehingga begitu melihat tersangka melintas, anggota langsung melakukan pengejaran dan menangkapnya,” tambah Sunardi.
Kepada petugas Sigit mengaku, jika satu bungkus kecil ganja tersebut dibelinya dari temannya bernama Heru, dengan harga Rp 350.000.  Responnya petugas langsung memburu Heru, dan menangkapnya. “Heru kami tangkap di rumahnya, namun saat itu kami tidak menemukan uang. Pengakuan Heru dia membelikan ganja tersebut dari Hari seharga Rp 325.000,”  lanjut mantan Kasatreskrim Polresta Pasuruan itu.
Petugas lantas memburu Hari. Di sana, selain berhasil menangkap Hari, namun juga ada Ronny, orang yang menjual ganja kepada Hari. Dan kedatangan Ronny saat itu selain untu menghisap ganja bersama-sama, dia juga berniat mengambil uang penjualan ganja dari Hari, sebesar Rp 300.000.  Ditangkap petugas, Ronny dan Hari menyerah. Mereka pun berterus terang, jika mendapatkan ganja tersebut dari temannya yaitu Achmad dan Arif. Sudah tentu pengakuan tersebut kembali dikembangkan petugas dengan menangkap Achmad dan Arif di rumahnya masing-masing. Sayang, Achmad dan Arif enggan berterus terang. Kepada petugas, keduanya hanya mengaku mendapatkan barang itu dari Jakarta.
 “Asal barang dari Achmad dan Arif. Keduanya membeli ganja dari Jakarta, saat sama-sama nonton final sepak bola di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) beberapa waktu lalu. Keduanya membeli ganja seharga Rp 700.000, selanjutnya dibagi dua. Ganja bagian Achmad dipakai sendiri, sedangkan setengah milik Arif di jual, dan sisanya dipakai sendiri. Arif menjual satu bungkus kecil ganja tersebut seharga Rp 250.000,” tandas Sunardi.

Bandar SS Keok
POLRES BATU juga unjuk kebolehan menangkap Agus Setyo Budi alias Unyil,  31 tahun, warga Jalan Kertosentono, Malang. Dia ditangkap ketika berada di Hotel Sumber, Jalan Darsono, Kelurahan Ngaglik, Batu sekitar pukul 21.30. Barang buktinya, sepoket SS dengan berat 0,25 gram. “Dari hasil pemeriksaan terungkap, bahwa jaringan yang digunakan Unyil berbeda dengan para pengedar yang sudah kami tangkap sebelumnya. Semua pengedar kelompok Unyil, berasal dari Kota Malang. Itulah yang sedang kami kembangkan,” ungkap Kasat Reskoba Polres Batu, AKP Jaelani, SH.
Menurutnya, Unyil berhasil dibekuk sebelum sempat pesta SS di kamar Hotel Sumber yang disewanya itu. Kami bertindak setelah menerima informasi, bahwa jaringan SS dari Kota Malang, sedang melebarkan sayap penjualan ke wilayah kota ini. Lantas, selama dua pekan polisi terpaksa melakukan penyamaran membuntuti orang-orang yang dicurigai pengguna SS.“ Walaupun barang bukti yang sudah kami amankan itu akan dikonsumsi bersama teman-temannya, namun selama ini dia juga melayani pembelian,” tambahnya. Jaelani menandaskan, bahwa kelompok Unyil bekerja terpisah dengan kelompok residivis Masykur, warga Perum Puri Indah Desa Oro-oro Ombo, Batu, maupun tersangka Gafur, warga Dusun Karangan, Desa Donowarih, Karangploso, yang tertangkap pekan lalu. (ira/aim/mar)

Seorang Kiai Dituding Cabuli Puluhan Perempuan


Metro Siang / Hukum & Kriminal / Rabu, 24 November 2010 12:42 WIB

Metrotvnews.com, Malang: Seorang kiai pimpinan pondok pesantren diadukan ke Kepolisian Sektor Karangploso, Malang, Jawa Tengah, Rabu (24/11). Menurut pelapor, pelaku mencabuli puluhan perempuan, termasuk dirinya.

Kepada polisi, perempuan tersebut mengaku dirinya cuma satu dari puluhan korban MK, inisial kiai itu. Semula ia hendak diberikan pengobatan alternatif. Nyatanya justru dicabuli.

Kiai cabul juga memperdaya korban dengan sejumlah ritual dalam pengaruh guna-guna. Korbannya dipaksa meladeni nafsu bejat pelaku.

Ironisnya lagi, korban tak sadar menyerahkan harta benda kepada Kiai MK. Dalam kurun 25 tahun terakhir, pelaku memperdaya sekitar 27 perempuan. Sebagian korban pernah diasuh di pondok pesantren. (*****)


Selingkuh, Mantan Camat Digerebek Warga


Nusantara / Selasa, 13 Juli 2010 20:49 WIB
Metrotvnews.com, Pekanbaru: Ratusan warga menyerbu rumah mantan Camat Natuna, NS, di Jalan Wijayakusuma, Pekanbaru, Riau, Selasa (13/7). Warga emosi lantaran NS berselingkuh dengan seorang pramugari. Warga resah karena hubungan keduanya tanpa ikatan pernikahan.

Warga mengamuk. Mereka menghancurkan perabotan. Mereka juga mengancam akam memmbakar rumah mantan pejabat tersebut. Warga berniat mengusir NS dari pemukiman itu.

Menurut warga, pria yang masih tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil itu kerap membawa sang pramugari ke rumahnya. Warga menduga pasangan selingkuh itu berbuat mesum di dalam rumah. Saat diperiksa, NS kedapatan tak mengantongi surat nikah dengan pramugari tersebut.

Beruntung, Polsek Bukit Raya dan pemuka agama tiba di lokasi. Amukan warga pun dapat diredam. Setelah dirundingkan, NS bersedia menikahi sang pramugari. Keduanya juga diminta meninggalkan pemukiman itu.(Fitra Asrirama/***)


Komentar : Kalo di Donowarih Karangploso KIAI Cabul ada gan !!! berkeliaran

Selingkuh Dipengaruhi Gen, Lho

Ekonomi - / Jumat, 10 Desember 2010 17:12 WIB
BAGI sebagian orang, perselingkuhan dan pergaulan bebas kerap dikaitkan dengan adanya ketidakcocokan dengan pasangan. Kendati memang tak sedikit memiliki 'bakat' selingkuh walaupun hubungan suami-istri atau hubungan antarpasangan tetap harmonis.

Menurut hasil studi terbaru, genetika mungkin dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa orang lebih rentan melakukan perselingkuhan dan pergaulan bebas.

Dalam studi itu, tim peneliti menganalisis DNA dari 181 orang dewasa berusia muda yang melaporkan riwayat lengkap tentang aktivitas seksual dan hubungan dengan pasangan intim mereka. Dari situ, tim peneliti menyimpulkan: reseptor gen dopamin D4 (DRD4) memainkan peran penting dalam perilaku seksual.

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan gen DRD4, yang memengaruhi kimia otak, dengan aktivitas mencari sensasi seperti perjudian dan penggunaan alkohol.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa orang yang memiliki varian tertentu dari gen DRD4 lebih cenderung memiliki riwayat seks yang tak berkomitmen, termasuk seks hanya satu malam dan tindakan perselingkuhan," kata ketua tim peneliti, Justin Garcia, dari laboratorium antropologi evolusioner dan kesehatan di Binghamton University, State University of New York.

"Motivasi ini tampaknya berasal dari sistem kesenangan dan penghargaan, yang merupakan tempat pelepasan dopamin. Dalam kasus seks yang tak berkomitmen, berisiko tinggi, imbalan besar dan variabel motivasi - semua elemen yang memastikan keluarnya dopamin dengan cepat," kata Garcia.

Namun, temuan yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS One edisi terbaru ini jangan dipandang sebagai alasan untuk berselingkuh atau melakukan pergaulan bebas, pinta Garcia.

"Hubungan (gen-perilaku) ini asosiatif, yang berarti bahwa tidak semua orang dengan genotipe ini akan melakukan seks satu malam atau melakukan perselingkuhan. Memang, banyak orang tanpa genotipe ini yang melakukan perselingkuhan," kata Garcia.

Ia menambahkan "Studi ini hanya menunjukkan bahwa banyak dari mereka yang memiliki jenis genetik ini memiliki kecenderungan terlibat dalam perselingkuhan." (go4/*****)


Kapolsek Tempursari Dicopot karena Selingkuh


Metro Malam / Nusantara / Kamis, 3 Februari 2011 00:30 WIB
Metrotvnews.com, Lumajang: AKP Sukadi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Sektor Tempursari di Lumajang, Jawa Timur. Sukadi diduga selingkuh dengan istri orang. Aksi Kapolsek tersebut terbongkar setelah digerebek warga.

Pencopotan AKP Sukadi itu diumumkan melalui surat perintah Kepala Kepolisian Resor Lumajang AKBP Tejo Winarko di hadapan anggota Polres Lumajang, Rabu (2/2). AKP Sukadi selanjutnya ditunjuk sebagai pejabat sementara, sebelum ditetapkan menjadi pejabat definitif di lingkungan Mapolres Lumajang.

Selain sanksi pencopotan, Kapolsek Tempursari itu juga akan menghadapi sidang disiplin. AKP Sukadi dianggap melanggar etika masyarakat, norma, dan undang-undang.

Sebelumnya AKP Sukadi tertangkap basah warga sedang berduaan di rumah selingkuhannya yang ditinggal suaminya bekerja ke luar negeri.(DSY)


Komentar : Kalau di Donowarih Karangploso, KIAI selingkuh dengan santrinya bebas gan !!!
               
 

Kamis, 27 Januari 2011

Penyabu Donowarih Terkecoh

Senin, 24 Januari 2011 13:49
Diringkus Saat Akan Madat Bersama Teman
BATU – Satreskoba Polres Batu, kembali mengguratkan prestasi. Setelah meringkus residivis pengedar sabu-sabu (SS), Masykur warga Perum Puri Indah Oro-oro Ombo, kemarin ganti menciduk tersangka pemadat obat haram itu, Mistar alias Gastur, 41 tahun warga Dusun Karangan, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso.
Ada yang menengarai bahwa Gastur merupakan ‘pasien’ atau konsumen tersangka Masykur, yang sedang kelimpungan harus membeli sabu di Surabaya lantaran tidak bisa membeli pada pria yang sudah tiga kali ditangkap polisi itu.
Namun demikian, dugaan itu dibantah Kasat Reskoba Polres Batu AKP Jaelani, SH. Menurutnya, dua tersangka yang ditangkapnya tersebut merupakan sindikat terpisah, walaupun pihaknya tetap mempertajam pemeriksaan dugaan tersebut. Sedangkan barang bukti yang disita dari Gastur, berupa satu gram sabu.
Bapak satu anak itu dicokok Senin dini hari kemarin, sekitar jam 02.00 di Dusun Bangkon, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo. Saat itu, pria yang sudah mengonsumsi sabu selama lima bulan ini, baru saja membeli obat terlarang tersebut dari Surabaya.
Setiba di Kota Batu dengan mengendarai mobil, dia langsung disergap polisi saat tersangka menuju ke rumah seorang temannya di Desa Pendem.“Setelah kami geledah, ditemukan sepoket plasti sabu di saku celana sebelah kanan. Dia memang sudah menjadi target operasi kami,” tandas Jaelani.
Gastur diketahui tidak sendirian setiap kali memadat sabu, melainkan bersama teman-temannya yang ikut membeli secara patungan. Untuk bisa meringkusnya, polisi pun harus mengintai selama dua minggu dengan berbagai penyamaran termasuk masuk ke lingkungan tersangka dengan pura-pura ikut memesan.
“Dia hanya sebagai pengguna saja, bukan pengedar seperti Masykur yang ditangkap sebelumnya,” terang mantan Kapolsek Bumiaji itu.
Belakangan, sabu-sabu menjadi trend masuk ke Kota Batu meski jaringannya berasal dari luar kota. Karena itu, pihaknya akan terus peningkatan kewaspadaan.“Sabu-sabu memang sekarang kian ngetren, jaringannya cukup banyak dan kami tetap akan melakukan pengembangan,” terangnya. (aim/lyo)

Kamis, 13 Januari 2011

PR BUAT ANDA PARA PEMIMPIN HARAPAN UMMAT DAN BANGSA



  •   Bahwa telah terjadi sebuah peristiwa kejahatan seksual sekaligus kejahatan kemanusiaan yang amat kejam dan sadis, korbannya para murid, para santri, para gadis, serta rumah tangga yang harmonis, aksinya terencana secara sistematis, menggunakan kekuatan magis dan hipnotis, yang sulit dideteksi dan dianalisis, terjadi di tengah-tengah lingkungan masyarakat yang agamis, yang telah dilakukan berulang-ulang oleh seorang tokoh yang cukup kharismatis, yang pandai berdalih dan beralasan secara diplomatis sehingga para korban hanya dapat pasrah dan menangis dengan luka hati bagai diiris-iris, karena tidak dapat diproses secara yuridis. Akhirnya seumur hidup bagi korban hanya menyisakan sebuah cerita yang amat tragis dan miris dan bagi yayasan akan tersisa bau-bau yang tidak sedap dan amis.
  •  Ada lagi yang lebih parah dan celaka jika peristiwa yang telah terjadi dianggap sebagai persoalan suka sama suka, maka hukum negara tak dapat bicara. Tampaknya jaman sudah berubah cuaca banyak orang masih muda tetapi banyak yang sudah lupa barang yang haram dianggap halal, perkara yang hitam diputihkan. Inilah soal yang paling berbahaya baik secara syariat maupun hukum negara, yang sering dilakukan oleh iblis berwujud manusia, yang pintar merekayasa dan memutarbalikkan fakta.
  •  Bahwa kami sungguh amat resah dan khawatir akan datangnya marabahaya dan balak bencana akibat keserakahan dan ulah manusia jikalau kebenaran dan keadilan sudah tak dapat lagi ditegakkan oleh manusia sebagai khalifah di muka bumi maka petir-petir akan menyambar, angin-angin akan bertiup kencang, hujan-hujan akan turun dengan derasnya, gunung-gunung akan meletus, sungai-sungai akan meluap, bumi-bumi akan bergoyang, munculnya tsunami dan angin puting beliung serta segala sesuatu yang membuat hati manusia was-was, bingung dan linglung.
  •  Bahwa salah satu tanda baik buruknya suatu negara bergantung kepada kaum wanita. Jika baik akhlak kaum wanitanya, maka akan baik pula negara itu. Akan tetapi jika banyak wanita yang berakhlak buruk maka akan semakin buruk pula keadaan negara tersebut. Karenanya wanita punya peran penting dalam pembentukan generasi dan pembangunan mental bangsa.
  •  Dan ingatlah ketika seorang ibu menimang-nimang sang jabang bayi perempuan kesayangannya diwaktu kecil, selalu dibelainya dengan kasih sayang dan dilantunkan dengan tembang seperti yang tergambar dalam tembang “lelo ledung”

Tak lelo lelo lelo ledung
Cup menengo ojo pijer nangis
Anakku sing ayu rupane
Nek nangis ndak ilang ayune
Tak gadang biso urip mulyo
Dadiyo wanito utomo
Ngluhurke asmane wong tuwo
Dadiyo pendekaring bongso
Wis cup menengo anakku
Kae mbulane ndadari
  •  Bahwa alangkah pedih dan perihnya hati seorang ibu ketika menjumpai anak gadisnya yang mulai beranjak dewasa ternyata diguna-guna dan diperdaya oleh iblis berwujud manusia untuk memenuhi nafsu birahi dan angkara murkanya.
  • Bahwa sesungguhnya siapakah yang tega dan rela jikalau putri kesayangannya, istri tercintanya, saudara dekatnya menanggung beban dan rasa malu serta derita tiada tara sepanjang masa, akibat perbuatan bejat dan laknat seorang oknum pemimpin umat ??
  • Bahwa kami hanya bisa berharap dan berdoa semoga Allah SWT segera menurunkan orang-orang kepercayaannya yang berani dan mau bersuara serta bertindak menegakkan kebenaran dan keadilan, karena sesungguhnya DIA adalah seadil-adilnya hakim
  • Dengan tulisan ini kami berharap kepada anda para pemimpin harapan ummat dan bangsa bagaimana cara kami harus mengadu, kepada siapa kami harus mencari keadilan, sementara pelaku tak dapat dijerat dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sehingga si durjana dapat bebas melanglang buana kemana-mana dan ternyata juga bahwa sangsi sosial maupun hukum adat malah tak mampu menjerat, ibarat ada yang berbuat tetapi tiada denda tiada kifarat  sehingga si keparat semakin bebas berakrobat memacu maksiat atau mungkin ini tanda-tanda kiamat semakin dekat, karena banyak kiai bejat yang tega memangsa para santri dan ummat demi nikmat sesaat atau tuntutan khodam yang sesat.
  • Bahwa kami meyakini sesungguhnya ciri-ciri orang beriman yang kalah sebelum berperang adalah ketika dia tidak lagi lantang dan berani menyatakan YANG BENAR ADALAH BENAR dan YANG SALAH ADALAH SALAH serta sudah tidak dapat lagi membedakan MANA YANG HALAL DAN MANA YANG HARAM.
  • Bahwa alangkah sangat tidak terpujinya perilaku dan sikap seorang pimpinan YAYASAN ketika dia mendengar, melihat peristiwa yang telah dialami oleh salah seorang kaumnya justru tidak mau mendengar, melihat atau meneliti masalahnya secara cermat, hanya berbekal hubungan kerabat yang dekat dengan pelaku yang laknat serta minimnya pemahaman tentang syariat sehingga menganggap persoalan maksiat adalah nikmat yang tidak perlu digugat, atau mungkin dia lupa bahwa semua amal perbuatan umat akan dikhisab dan dimintai pertanggung jawaban nanti di akhirat, disaksikan para malaikat dan saksi-saksi ALLAH SWT yang jujur dan taat serta tak dapat disuap.
  • Akhirnya apakah pantas seseorang itu disebut petani, padahal dia tak bisa menanam padi, dan apakah pantas seseorang itu disebut sebagai pande besi sedangkan dia tak bisa membuat belati. Demikian pula halnya dengan seorang pemimpin, pantaskah dia disebut sebagai pimpinan, sementara dia tak mampu mengendalikan diri sendiri dan tak becus mengurus umat.
  •  Atas dasar hal tersebut diatas marilah kita menjadi seorang pemimpin yang sejati dan janganlah kita menjadi pemimpin setengah hati, sebab pemimpin seperti ini ibarat sehelai kain terlalu lebar untuk dibikin sapu tangan dan terlalu sempit untuk dibikin taplak meja.