Sabtu, 11 Februari 2012

Obyek Wisata Layak Dibangun di Luar Batu

Rabu, 08 Februari 2012 14:36
BATU – Tiga Pimpinan Daerah di Malang raya (Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang), terus mensinergikan pembangunan. Hal itu dilakukan, demi peningkatan perkembangan sekaligus untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah yang saling berbatasan ini.
Kesepakatan tersebut, diambil dalam pertemuan koordinasi dan
silaturahmi pimpinan daerah se Malang raya yang berlangsung di
Rumah Jambu Luwuk, Kota Batu, Rabu (8/2) kemarin. Dan sinergi pembangunan yang segera diwujudkan itu, tak lain pembuatan rest area di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, dan pembangunan tol Malang-Pandaan.
Pemkab Malang yang diwakili Sekda Abdul Malik menyebutkan, sudah siap mengembangkan rest area di Karangploso tersebut sebagai respon menyambut membludaknya wisatawan menuju Kota Batu. Untuk rest area itu, Pemkab sudah menyiapkan tanah seluas 2,5 hektar berupa tanah kas desa Donowarih. ‘’ Untuk membangun rest area di Karangploso itu, sekarang sudah dalam tahap DED (Detail Enginiering Design),’’ ungkap Abdul Malik, kemarin.
Setelah kajian melalui DED, Pemkab baru mengetahui konsep  yang akan dibangun dalam rest area itu. Berapa kebutuhan anggaran, juga akan diketahui bila DED sudah selesai dilakukan.‘’ Kalau sekarang belum diketahui detilnya termasuk kebutuhan anggarannya,’’ tambah Malik.
Dia berharap, Rest Area Donowarih sudah bisa diwujudkan tahun depan. Dengan begitu, Pemkab bisa menganggarkan kebutuhan pembangunan mulai akhir 2012 nanti.
Sementara Wali Kota Malang, Peni Suparto menjelaskan, tol Malang-Pandaan akan mulai dikerjakan dalam tahun 2012 ini. Rencana pembangunan juga sudah disetujui oleh Kementerian PU, dan mereka sudah siap memulai pembangunan tahun ini.
‘’Keberadaan tol tidak hanya berada di wilayah Kota Malang, tetapi juga melewati wilayah Kabupaten Malang. Sedangkan efek positifnya, akan dirasakan oleh ketiga daerah Malang raya,’’ jelas Peni.
Walikota Batu, Eddy Rumpoko, menyambut baik pertemuan tersebut yang dapat mensinergikan berbagai pembangunan dan investasi di bidang pariwisata. Sehingga pembangunan di Malang raya, bisa saling menopang antara satu daerah dengan daerah yang lain.
Dikatakan, sebagai kota yang baru dilepas dari induknya, yakni Kabupaten Malang, kota ini memiliki kekurangan infrastruktur. Padahal saat ini semakin banyak wisatawan yang datang ke Kota Batu, sehingga kebutuhan untuk hal itu mutlak harus dipenuhi.
‘’Kota Batu sedang giat-giatnya membangun prasarana. Pembangunan tentu
tidak akan banyak berguna, jika tidak diimbangi dengan pembangunan
jalan di daerah perbatasan,’’ tambah ER-sapaan akrabnya.
Diakui, kemacetan jalan di kota Batu saat hari libur dan liburan
sekolah, perlu segera dicari pemecahannya. Diantaranya membangun
rest area untuk menampung kendaraan wisatawan. Dan untuk membangun sarana ini, sayangnya Pemkot Batu
terkendala ketersediaan lahan dan lokasi yang tepat.
Jarena itulah, menurut ER lokasi rest area tidak serta merta di
wilayah Kota Batu, melainkan harus terkoneksi dengan jaringan jalan yang
ada, dan jumlahnya pun bisa dibeberapa titik.
‘’ Kalau perlu pembangunan tempat-tempat wisata tidak hanya ada di Batu, tetapi bisa di Kota Malang dan Kabupaten Malang. Sebut saja wilayah Pujon dan Karangploso, di sana layak ada tempat wisata daripada lokasi dijadikan investasi industri,’’ tambahnya.
Oleh karena itu, dia sangat sepakat dengan upaya mensinergikan
pembangunan jalan raya dan jalan tembus, termasuk jalan tol.
Selain permasalahan tersebut, masalah lain yang dibahas adalah tentang
pengelolaan bandara komersiil Abdurrachman Saleh dan TPA Bersama.
Kepala Bakorwil III Malang, Ahmad Jaelani, SH MM,
menyatakan pertemuan semacam ini sangat strategis, untuk mensinergikan
pembangunan daerah dalam rangka memenuhi dan melayani kebutuhan
masyarakat. Sebagai wilayah yang perekonomiannya berkembang pesat,
diperlukan perencanaan pembangunan secara bersama.
Rapat koordinasi dan silaturahmi tersebut, diikuti 55 pejabat seperti
kepala daerah, Ketua DPRD, Kapolres, pejabat TNI, Ketua PN, Kajari,
perbankkan, Rektor PTN/PTS, Kanwil Pajak dan KPP Pratama se Malang
Raya. (feb/lyo)

Rest Area Donowarih Segera Ditender

Kamis, 09 Februari 2012 15:06
KARANGPLOSO- Rencana Pemkab Malang, membangun rest area di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, semakin dimatangkan. Bahkan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkab Malang, sudah mulai menggelar proses tender. Tahapan ini dilakukan, untuk menggarap Detail Engineering Design (DED) rest area.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkab Malang, Romdhoni membenarkan hal itu mengingat tahun ini DED sudah harus selesai agar bisa diketahui kebutuhan anggaran pembanggunannya. Setelah DED kelar, maka konsentrasi pembangunan bisa dilakukan.“ DED sedang tender, nanti penting untuk perencanaan pembangunan rest area,” ungkapnya.
Bergulirnya rencana pembanguan rest area, juga direspon positif oleh Didik Gatot Subroto Kades Tunjungtirto, Kecamatan Singosari. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus menseriusi pembangunan tersebut dengan menyiapkan infrastruktur dan SDM. Contohnya, pemerintah berkewajiban melebarkan jalan raya, sedangkan masyarakat meningkatkan kapasitas mereka.
“ Masyarakat harus mampu menjadi guide lokal, dengan memperdalam pengetahuan potensi daerah mereka serta Malang Raya, karena rest area ini juga harus menjadi pusat informasi,” tegas Didik.
Dan yang paling utama, dinas lain seperti Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar, juga harus mempersiapkan diri. Termasuk juga Dinas Koperasi dan UMKM, yang segera melakukan inventarisir potensi. Rest area harus dilengkapi pusat oleh-oleh, yang nantinya diisi pelaku usaha yang diinventarisir kedua dinas itu.
” Seluruh potensi Kabupaten Malang, harus bisa ditampilkan di tempat itu melalui inventarisasi produk unggulan oleh dinas terkait, baik dalam bentuk oleh-oleh dan souvenir yang layak disajikan,” bebernya.
Donowarih sendiri juga memiliki potensi agrobis, yakni sisi kanan memiliki potensi lereng pegunungan dengan tanaman Apel sehingga bisa menjadi ikon baru disertai sajian budaya.” Untuk rest area minimal ada mini of center, sehingga bisa menampung semua budaya Kabupaten Malang secara bergantian,’’ tegasnya.(ary/lyo)

Rabu, 01 Februari 2012

Jalan Rusak Warga Protes



Selasa, 17 Januari 2012 14:45
KARANGPLOSO-Kerusakan jalan yang cukup parah di Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, diresahkan warga sekitar. Mereka pun menanam pohon di jalan aspal, yang kebetulan berlubang dengan diameter cukup besar. Aksi itu tak berlangsung lama, sebab Camat Karangploso, Suroto cepat turun tangan.
Penanaman pohon kemarin pagi itu, sebagai bentuk protes rusaknya ruas jalan di kawasan Tawangargo, sekitar 500 meter dari pemukiman. Titik terakhir berada di depan Sumber Air Sumbersari, dekat perbatasan Kabupaten Malang-Kota Batu.”Tadi pagi memang warga rame-rame menanam pohon di jalan-jalan yang berlubang,” jelas Mahfud warga Desa Tawangargo.
Pria yang bekerja sebagai sopir itu menambahkan, bahwa aksi tersebut ternyata diketahui aparatur pemerintahan. Sehingga Camat Karangploso Suroto memerintahkan agar blokade jalan kembali dibuka. Pohon yang ditanam dibersihkan kembali oleh warga.” Camat juga memerintahkan agar jalan yang berlubang, lebih baik diurug dengan tanah,” imbuhnya.
Pantauan Malang Post, sejumlah titik jalan yang rusak memang terdapat bekas urugan tanah. Namun di depan Sumber Air Sumbersari, masih terdapat dua lubang yang cukup besar. Kerusakan tersebut membuat kendaraan yang melintas terpaksa berjalan perlahan, menghindari lubang jalan.
Kondisi jalan yang rusak itu, sebenarnya sudah terjadi mulai dari Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso. Apalagi medan jalan naik membuat air hujan leluasa meluber, jalur itupun ibarat sungai.
Kemarin sore, terlihat truk berplat merah menurunkan kerikil di dekat sumber air. Tampaknya setelah protes warga, pemerintah merespon dengan melakukan perbaikan. Kerusakan jalan yang terjadi di Karangploso, memang berbanding terbalik dengan kondisi jalan di Kota Batu.
Di Desa Giripurno yang berbatasan dengan Desa Tawangargo, jalanannya mulus. Aspal mulai terkelupas ketika masuk wilayah Kabupaten Malang, yang dibatasi oleh jurang susuh. Padahal jalur tersebut menjadi jalan alternatif, ketika jalan utama menuju Kota Batu dipenuhi antrean kendaraan.(ary/lyo)

ER : Jangan Hanya Tempat Berhenti Bus



Sabtu, 28 Januari 2012 14:36
BATU - Wali Kota Batu Eddy Rumpoko menanggapi positif gagasan Pemkab Malang yang bakal membangun rest area di Desa Donowarih Kecamatan Karangploso. Pembangunan rest area di Karangploso menjadi salah satu alternatif kemacetan arus lalu lintas di Kota Batu pada weekend atau liburan panjang.
"Bagus kalau Pemkab membangun rest area di Karangploso. Jika pembangunan dilakukan lebih cepat akan lebih baik," tegas Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko kepada Malang Post, kemarin.
Hanya saja konsep rest area yang harus diperhatikan betul dalam pembangunan. Jangan sampai rest area hanya menjadi tempat pemberhentian bus. Namun rest area harus menjadikan peningkatan perekonomian bagi warga Karangploso maupun Batu.
Rest area tersebut harus ada pusat oleh-oleh serta fasilitas lain, misalnya tempat istirahat yang nyaman, tersedia toilet banyak, dan tempat ibadah. Jika perlu rest area juga terdapat hotel hingga SPBU.
Pada kondisi-kondisi tertentu bus pengangkut wisatawan ke Kota Batu benar-benar tidak boleh masuk kota. Bus cukup parkir di rest area dan wisatawan diangkut menggunakan kendaraan wisata. Dengan kendaraan-kendaraan kecil itu, Kota Batu akan lebih bisa mengurangi kemacetan.
Ada baiknya Kota Batu bersinergi dengan Kabupaten Malang. Selama ini rest area sudah digagas Kota Batu. Kesulitan mendapatkan lahan hingga persetujuan warga masih mengganjal sehingga gagasan yang sudah bertahun-tahun sulit terwujud.
Sementara itu Sekda Kota Batu, Widodo juga memberikan tanggapan yang sama. Pembangunan ketiga daerah di Malang Raya harus terpadu sehingga akan kemajuan akan lebih cepat.
"Pembangunan kan harus terpadu sehingga ketiga daerah lebih cepat mendapatkan tingkat kemajuan dalam perekonomian. Kita kan nggak bisa membangun jalan hingga Desa Giripurno, sedangkan kawasan Karangploso, tidak ada pembangunan jalan. Padahal jalur tersebut menjadi jalur wisata," tegas mantan Camat Bumiaji ini. (feb/aim)

Digerebek di Songgoriti, Keburu Kabur



Selasa, 31 Januari 2012 15:04
KARANGPLOSO – Pelaku perampokan, yang di Poliklinik Desa (Polindes) Donowarih, Senin (30/1) dinihari lalu sedikit demi sedikit mulai terkuak. Petugas Polsek Karangploso yang terus melakukan penyelidikan terkait kasus perampokan ini sedikit menemukan titik terang.
Sumber Malang Post menuturkan, diduga pelaku yang merampok di Polindes Donowarih berasal dari wilayah Pasuruan. Mereka tidak hanya berjumlah dua orang, tapi berjumlah empat orang. Dengan rincian, dua orang bertugas sebagai eksekutor, satu orang menjaga di luar kamar, dan bertugas menunci kamar korban dari luar, dan satu pelaku lagi menunggu di dalam mobil yang parkir di seberang Polindes.
Ditambahkan, sebelum beraksi para pelaku ini lebih dulu melakukan pengintaian di lingkungan Polindes. Hal ini dilakukan, dengan tujuan aksinya betul-betul sukses. Pengintaian yang dilakukan pelaku itu sendiri dikuatkan dengan keterangan beberapa warga yang sempat melihat mobil Toyota Innova melintas di TKP sebelum perampokan terjadi.
“Malam sebelum perampokan terjadi, ada warga melihat mobil Daihatsu Xenia yang diduga milik pelaku parkir di tepi jalan sebelah timur TKP. Kami yakin itu merupakan mobil pelaku karena memiliki cirri-ciri yang sama, yaitu dibagian depan kanan mobil terlihat pesok,’’ kata petugas yang meminta namanya tidak disebutkan.
Petugas yang terus menghimpun informasi, juga mengatakan sebelumnya pelaku menginap di salah satu villa di wilayah Songgoriti, Kota Batu. Bahkan, setelah beraksi pelaku menyempatkan diri kembali ke salah satu villa di Songgoriti. Dugaan itupun dikuatkan dengan keterangan para saksi yang sempat melihat mobil Daihatsu Xenia, parkir di salah satu halaman villa. “Informasi itu kemarin (hari Senin,red) langsung kita respon dengan datang ke villa, hanya saja pelaku sudah lebih dulu kabur,’’ kata sumber tersebut.
Terkait pelaku yang diduga berasal dari wilayah Pasuruan sendiri, sumber Malang Post cukup meyakini hal tersebut. Keyakinan itu dikuatkan dengan pelaku yang tidak menggunakan cadar saat beraksi, dan modus mencukit jendela. “Jika dari wilayah Kabupaten Malang pelaku perampokan lebih kea rah frontal, mereka tidak mencukit, tapi mendobrak pintu. Dan ini perbedaannya,’’ kata sumber tersebut yang mengatakan jika saat ini pihaknya masih memburu pelaku di wilayah Pasuruan.
Terkait dugaan adanya orang dalam, sumber tersebut juga tidak menampik. Hanya saja, saat ini petugas belum dapat membuktikan. “Yang jelas, tidak mungkin pelaku beraksi tanpa ada informasi awal terkait seluk beluk TKP. Dan ini yang terus kami selidiki,’’ kata sumber tersebut.
Terpisah Kapolsek Karangploso AKP Sugeng Hardianto  menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Bukan itu saja, Kapolsek juga mengatakan untuk mengungkap pelaku pihaknya juga dibantu oleh tim buser Polres Malang. “Anggota yang melakukan penyelidikan gabungan dari buser Polres Malang dan Polsek Karangploso. Diharapkan tim ini berjalan maksiman, dan pelaku cepat ditangkap,’’ tandas Kapolsek.
Seperti diberitakan Malang Post kemarin,  Poliklinik Desa (Polindes) Donowari Senin (30/1) lalu menjadi sasaran pelaku perampokan. Dua pelaku memperdayai Wiwin Widyawati, 31 tahun, bidan desa setempat serta suaminya Yuda Juniawan Japustra, 32  tahun, yang tinggal di Polindes tersebut. Membawa senjata tajam celurit dan linggis pelaku yang beraksi dengan membekap mulut serta mengikat tangan dan kaki korban ini berhasil membawa kabur  uang Rp 2 juta, seperangkat perhiasan total 15 gram, satu unit laptop, tiga unit HP, dan mobil sedan Toyota Corolla N 796 AL. Namun begitu mobil sedan warna hijau ini siang harinya berhasil ditemukan petugas di tepi Jalan Karanglo. Ada dugaan pelaku sengaja meninggalkan mobil, lantaran memang bukan sasarannya.(ira/nug)

Pemkab Bangun Rest Area di Donowarih



Jumat, 27 Januari 2012 14:26
KARANGPLOSO- Membludaknya kunjungan wisata ke Kota Batu, benar-benar dibaca Pemkab Malang, dengan segera merealisasikan pembangunan rest area di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso.  Bahkan, pembangunan yang bakal dimulai tahun ini itu, dilengkapi pasar oleh-oleh serta pasar sayur segar.
Sementara selama ini,  Pemkot maupun warga Kota Batu masih berkutat pada wacana belum mengarah pada action konkrit dengan alasan terbatasnya lahan. Padahal tokoh masyarakat Desa Mojorejo maupun Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, sudah terbuka penggunaan tanah ganjaran dua desa itu jika memang dijadikan rest area atau terminal kendaraan wisatawan.
Koran mingguan Kota Wisata Batu, pernah merilis pernyataan Walikota Eddy Rumpoko, yang memang juga tertarik bila rest area dibangun di wilayah Karangploso. Tujuannya tak lain, mengurai kemacetan arus lalu lintas di wilayah Kota Batu utamanya pada saat hari liburan.
Bahkan kepada Malang Post, Bupati Malang, Rendra Kresna menjelaskan, bahwa demi mewujudkan rest area itu, tahun ini Pemkab telah mengguyur anggaran untuk Detail Engineering Design (DED).
Dan terkait kerjasama keberadaan rest area  untuk kepentingan wisata di Batu, Bupati juga sudah siap diajak koordinasi oleh Walikota Batu. Dan dia menegaskan, bahwa kepentingan lahan parkir tersebut semata-mata untuk warga Karangploso.“ Kalau Kota Batu ingin kerjasama silahkan, itu seperti kerjasama Terminal Bungurasih antara Surabaya dan Sidoarjo,” bebernya.
Rendra menyadari bahwa kemacetan arus lalu lintas saat ini, tak hanya menjadi problem di Kota Batu. Melainkan juga di wilayah Kabupaten Malang, mulai dari Singosari hingga Karangploso. Sehingga khusus jalur wisata, Pemkab berinisiatif membangun areal parkir sekaligus pusat oleh-oleh dan pasar sayur segar.“ Tahun 2012 DED, baru dibangun pada tahun 2013 mendatang,” tandas Bupati.
Sementara lahan rest area, menggunakan tanah bengkok (kas desa) Donowarih seluas dua hektare. Pemerintah desa setempat pun, sudah siap terkait penggunaan lahan tersebut. Bahkan, tanaman hias dari para penyewa tanah ganjaran itu sudah mulai dibongkar sejak beberapa hari lalu.” Kami sudah rapatkan dengan tokoh masyarakat, BPD, dan prinsipnya mereka setuju karena ini demi kepentingan masyarakat juga,” ungkap Kades Donowarih, Kabul Donosantoso kepada Malang Post.
Lokasi tanah kas desa itu, berada di dekat pertigaan jalur wisata menuju ke Kota Batu via Desa Pendem dan Donowarih. Menurut Kabul, tidak ada masalah dengan penyewa tanah bengkok tersebut, sebab mereka juga siap pindah. Di pintu masuk sepanjang 100 meter, saat ini disewa sejumlah pedagang.”Namun kalau dibangun tahun 2013, maka akan kita tanami jagung dulu sambil menunggu pembangunan dimulai,” imbuhnya.
Sekdes Donowarih Heri Wahyudi menjelaskan, sejumlah paket wisata sudah dipersiapkan untuk menyambut pembangunan itu.  Diantaranya wisata Gunung Mujur, Kolam Renang Argo Kecncana, petik buah jeruk di Dusun Boro Gragal. Serta wisata budaya jaran kepang di Boro Gragal, serta Sumber Air Karangan.” Kalau untuk ketersediaan air di rest area ini, sangat cukup karena kami punya sumber air memadai,” tandasnya.(ary/lyo)

Polindes Donowarih Dirampok



Selasa, 31 Januari 2012 01:35
KARANGPLOSO – Untuk kesekian kalinya Poliklinik Desa (Polindes) menjadi sasaran pelaku kriminal. Dinihari kemarin giliran Polindes Desa Donowarih Kecamaran Karangploso Kabupaten Malang menjadi sasaran.
 Dua pelaku bersenjata celurit dan linggis berhasil memperdaya Wiwin Widyawati, 31 tahun, bidan desa setempat dan suaminya Yuda Juniawan Japustra, 32  tahun, yang tinggal di Polindes tersebut. Kendati tidak  dilukai, namun aksi perampokan ini membuat Wiwin dan Yuda syok. Terlebih, saat itu pelaku yang beraksi tanpa menggunakan cadar ini sempat mengancam akan memperkosa dan membunuh keduanya jika Wiwin atau Yuda melakukan perlawanan.
Wiwin menuturkan perampokan itu terjadi sekitar pukul 03.00. Saat itu dua pelaku masuk setelah mencukit jendela ruang pemeriksaan pasien, dan langsung menuju kamar korban. Saat itu pelaku sempat menginjak etalase tempat penyimpanan obat serta peralatan medis, selanjutnya menginjak tempat tidur pasien. Bukan itu saja, sebelum betul-betul beraksi, pelaku lebih dulu menyempatkan timbang badan. Itu terlihat dengan kondisi alat timbang badan yang ada di bawah tempat tidur pasien kotor terkena lumpur yang diduga berasal dari sepatu yang digunakan pelaku.
Setelah menimbang badan, barulah pelaku beraksi, yaitu menuju kamar tidur korban yang berjarak sekitar lima meter dari ruang pasien. Pelaku langsung menendang pintu kamar korban yang saat itu terkunci dari dalam. Kuatnya tendangan membuat Wiwin dan suaminya Yuda kaget. Lebih kaget lagi begitu muncul dua pelaku secara tiba-tiba. Dan yang membuat Wiwin shok, adalah senjata celurit yang dikalungkan ke lehernya. Saat itu pelaku mengancam, akan menebas leher Wiwin jika ibu satu anak yang kini hamil delapan bulan tersebut melakukan perlawanan.
Hal yan sama juga diterima Yuda. Anak mantan Dandim 0818 Kabupaten Malang Letkol Panut Hariono ini langsung diancam dengan linggis. Pelaku pun mengancam tidak segan-segan memukul atau menusukkan linggis tersebut jika Yuda yang baru pulang setelah operasi pelepasan pen di kakinya ini melawan. “Kami hanya diam, dan menuruti mau pelaku, daripada mereka nekat,’’ kata Wiwin yang  banyak dijenguk keluarganya.
Usai mengancam, pelaku pun menyuruh Wiwin dan suaminya tengkurap. Namun begitu, permintaan tersebut ditolak Wiwin, lantaran kondisi perutnya sangat tidak memungkinkan dirinya tengkurap. Selanjutnya, Wiwin pun memilih untuk menghadap tembok.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan, pelaku langsung membungkam mulut, serta mengikat kedua tangan dan kaki Wiwin juga Yuda. Rasa sakit yang dikeluhkan Yuda sama sekali tidak membuat pelaku mengurungkan untuk mengikat, sebaliknya pelaku kian kencang menarik tali ikatannya. Yuda pun tidak bisa berbuat apa-apa, dia takut jika pelaku kalap. Apalagi saat itu salah satu pelaku yang membawa linggis juga siap memukul, jika keduanya sampai berontak, atau tidak mau menuruti kemauan para pelaku.
Dua pelaku ini baru melakukan aksinya setelah kondisi Polindes aman. Keduanya langsung mencari harta benda korban. Bahkan, pelaku juga membongkar seluruh isi lemari. Hasilnya, tidak hanya perhiasan, pelaku juga menemukan uang Rp 2 juta milik korban di dalam lemari tersebut. “Uang itu sisa pembayaran operasi pelepasan Pen suami saya,’’ kata Wiwin yang mengatakan jika Yuda keluar dari RSSA Malang baru Minggu malam lalu.
Tidak puas hanya membawa perhiasan serta uang, pelaku juga meminta kunci mobil, dan HP milik korban. Permintaan inipun langsung ditanggapi. Tiga unit HP milik Wiwin dan Yuda langsung diberikan. Termasuk saat pelaku meminta kunci mobil Toyota Corolla nopol N 796 AL, oleh seketika diberikan. “Saat itu kuncinya langsung kami berikan berikut dengan STNK yang menjadi satu dengan  kunci mobil,’’ tambah Wiwin sambil mengatakan jika pelaku juga menyabet laptop Acer untuk kemudian dibawa kabur. “Pelakunya kabur melalui jendela depan ini, dan pintu kamar juga di kunci,’’ kata Wiwin yang mengaku bersyukur lantaran saat perampokan terjadi, anaknya Fadil yang tidur bersama dirinya sama sekali tidak terbangun.
Wiwin dan Yuda sendiri seketika langsung terbangun, setelah pelaku betul-betul pergi, sambil membawa mobil Toyota Corolla yang malam itu diparkir di depan Polindes. Kendati bisa melepaskan lakban yang menutup mulut serta melepas tali pengikat tangan dan kaki, Wiwin serta Yuda juga bingung saat hendak keluar kamar. Itu karena pintu kamar terkunci dari luar. Dan saat akan kabur melalui jendela, ternyata di tutup pelaku dengan kursi. “Kami tidak kurang akal. Sekuat tenaga kami berteriak meminta tolong warga,’’ tambah wanita yang mengaku lebih lima tahun dinas di Polindes Donowarih.
Teriakan Wiwin dan Yuda ini cukup mendapat respon. Satu persatu warga berdatangan, dan memberikan pertolongan. Bahkan, saat itu juga, warga melapor ke Polsek Karangploso, terkait kasus perampokan tersebut.
Responnya petugas Polsek Karangploso langsung datang ke TKP untuk melakukan penyelidikan. Beberapa saksi dimintai keterangan terkait kasus yang cukup menggemparkan warga ini.
Petugas juga menyebarkan informasi terkait identitas mobil yang juga ikut dibawa kabur pelaku. Harapannya jika ada orang yang melihat kendaraan Toyota Corola itu melintas agar segera dilaporkan ke Polsek Karangploso.
Mobil  milik Wiwin tersebut  dapat ditemukan petugas di Jalan Karanglo, Desa Banjararum. Saat ditemukan posisi jendela kanan mobil terbuka, dan pintu mobil terbuka sedikit. Diduga pelaku sengaja meninggalkan mobil, agar tidak bisa dilacak keberadaannya. “Kini kami juga terus menyebarkan informasi, agar pelakunya dapat ditangkap,’’ kata Kapolsek Karangploso AKP Sugeng Hardianto sambil mengatakan untuk proses penyidikan mobil sedan milik korban diamankan sebagai barang bukti.
Sementara itu informasi lain menyebutkan jika pelaku diduga datang dengan mengendarai mobil Toyota Kijang Innova. Dugaan itu dikuatkan dengan salah satu warga yang melihat ada mobil Toyota Kijang Innova parkir di seberang jalan Polindes. “Saat itu warga tidak curiga, dan menduga jika yang datang ada warga yang mengantarkan pasien berobat. (ira/nug)